Akhir-akhir ini beranda media sosialku sering menjumpai postingan dari sebuah akun yang bernama "Kenal.id" di mana sering menampilkan kegiatan "sekadar nongkrong" weekend pada umumnya. Karena penasaran, aku pun mencoba kegiatan mereka demi menghilangkan rasa penasaranku yang berkepanjangan. Tapi sebelumnya apa sih Kenal.id itu dan kenapa mereka sering nongol di beranda atau FYP kita?
Kenal.id atau yang sederhananya disebut "Kenal" adalah sebuah platform yang didirikan oleh Kak Dewi Candra (@candradewi280) yang merupakan seorang perantauan dari Tangerang dan menetap di Jogjakarta untuk kuliah. Selama berkuliah di Jogja, kak Dewi mengaku bahwa ia hanya bermain bersama circle-nya yang itu-itu saja, dan merasa bahwa perantauan sering kesulitan menemukan tempat mereka di tempat yang baru dan asing. Oleh karena itu, muncullah ide Kak Dewi untuk membuat platform khusus di mana para perantauan bisa bertemu orang-orang baru berdasarkan kecocokan dan karakteristik mereka, dan dari sinilah lahir "Kenal.id" yang sampai sekarang telah mempertemukan ribuan orang dan diadakan setiap hari Jumat dan Sabtu tiap minggunya, dan sekarang terdapat di empat kota seperti Jogjakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Karena penasaran bagaimana pengalaman mengikuti acara dinner mereka yang disebut Dinner With Strangers atau disingkat "DWS", aku tertarik untuk mencoba salah satu dinner yang mereka adakan. Ada 2 pilihan ketika memilih dinner-nya, yaitu pilihan harga Rp75.000 dan Rp150.000, dan perbedaannya hanya terletak di menu yang akan didapat. Aku memilih pilihan pertama karena aku awalnya belum tau perbedaannya dan memang penasaran. Aku mengikuti dinner pertamaku dengan mereka di kota asal Kenal ini didirikan, yaitu Jogja. Begitu selesai dengan proses pemesanan dinner-nya, aku mendapatkan konfirmasi dari Admin WA mereka beserta informasi tempat, waktu, serta peraturan dinner-nya.
Saat hari H dinner-nya tiba, aku datang tepat waktu dan mendapati bahwa sudah ada beberapa peserta yang menunggu bahkan 1 jam sebelum acaranya dimulai. Batinku berkata ternyata orang-orang Jogja sangat disiplin terhadap waktu, ya. Kurang lebih kami menunggu sekitar 1 jam sebelum semua pesertanya datang. Di sela-sela menunggu, para waiter dari tempat acara ini diadakan, yang mana merupakan sebuah café, mendatangi meja kami untuk memberikan menu yang bisa dipesan oleh setiap peserta. Oh iya, untuk menunya sendiri sudah ditentukan oleh pihak tempatnya serta Kenal sendiri, sehingga para peserta hanya bisa memilih menu yang diberikan. Namun, jangan khawatir, karena menu ini sudah termasuk dalam pemesanan dinner-nya, sehingga peserta tidak perlu membayar lagi ketika berada di tempat.
Ketika semua peserta datang, kami memperkenalkan diri masing-masing dan mengobrol berbagai hal dari yang receh sampai masalah kehidupan, terutama mereka yang tengah mengalami Quarter Life Crisis. Tidak ada satu pun dari tim Kenal yang datang atau pun memandu jalannya acara, sehingga para peserta tidak merasa terbebani dan bisa mengikuti dinner-nya sesuai dengan ritme masing-masing. Jika kesulitan membuka topik obrolan, Kenal juga mempunyai kartu obrolan yang bisa dipakai untuk membuka percakapan sehingga obrolan tidak akan menjadi canggung.
Tidak terasa waktu telah berlalu, sehingga aku dan teman-teman baruku baru menyadari bahwa waktu hampir mendekati tengah malam. Ada beberapa peserta yang besoknya tidak punya kegiatan sehingga mereka bisa ngobrol hingga besok pagi, tetapi ada juga beberapa peserta yang harus pulang duluan dikarenakan sudah lewat "jadwal tidur" mereka. Kami pun akhirnya sepakat menyudahi dinner tersebut, dan sebelum acaranya kami tutup, tidak lupa kami berfoto ria dan bertukar kontak, bahkan kami juga membuat grup tersendiri jika ingin bertemu lagi kedepannya.
Kesanku setelah mengikuti acara ini adalah seru, dan senang bisa bertemu dengan orang-orang baru dan bertukar insight serta pengalaman dengan mereka. Sampai sekarang, aku telah mengikuti beberapa sesi dinner-nya Kenal dan telah menjumpai beberapa karakteristik manusia, dari yang awkward hingga yang over confident, bahkan ada beberapa peserta yang rentang usianya cukup jauh, tetapi akhirnya kami bisa mengimbangi sehingga obrolannya berjalan lancar. Memang prinsip "people come and go" itu selalu ada di setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali dengan acara dinner seperti ini, di mana ada beberapa pertemuan yang hanya berkesan dalam satu malam saja, dan ada yang berlanjut sampai sekarang. Namun, hal yang terpenting adalah pengalaman dari acara itu sendiri.
Jika kalian penasaran ataupun sekadar gabut ingin mengisi waktu luang di akhir pekan, kalian bisa mencoba DWS yang diadakan oleh Kenal ini. Siapa tau dengan bertemu orang-orang baru, kalian bisa mendapatkan wawasan baru hingga koneksi dengan orang-orang baru. Jika berlanjut hingga pertemuan selanjutnya, anggap saja bonus dari acara ini, sehingga tidak ada salahnya mencoba, bukan?